Nama : mohamad Firman Hadi
Kelas : Jurnalistik 4B
NIM: 1112051100038
IBN RUSYD
Abu al-Walid Muhammad Ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd lahir di Cordova pada tahun 520 H/1126 M. keluarganya terkenal alim dalam ilmu fiqh. Ayah dan kakeknya pernah menjadi Kepala Pengadilan di Andalusia. Latar belakang inilah yang membuatnya berkesempatan untuk meraih kedudukan yang tinggi dalam dalam studi-studi keislaman. Al-Quran beserta penafsirannya, Hadis Nabi, ilmu fiqh, bahasa dan sastra Arab dipelajarinya secara lisan dari seorang ahli (‘alim). Dia merevisi buku Malikiah, al-Muwatin,yang dipelajarinya bersama ayahnya abu al-Qasim dan dihapalnya.
Ibn Rusyd hidup dalam situasi politik yang sedang berkecamuk. Dia lahir pada masa pemerintahan Almurafiah yang digulingkan oleh golongan Almuraifiah dan Martakusy pada tahun 542 H/1147 H, yang menaklukan Cordova pada tahun 543 H/ 1148 M. Gerakan yang dilakukan Almuhaidiah dimulai oleh ibn Tumart yang menyebut dirinya sebagai al-Mahdi.
Dikisahkan bahwa dia mengulas tiga macam ulasan: ulasan yang besar, menengah, dan kecil. Ulasan-ulasan tafsir, mengikuti poli tfsir Al-Quran. Dia mengutip satu paragraph dari ulasan Ariestoteles dan kemudian memberikan penafsiran serta ulasan aslinya. Kini kita masih memiliki ulasan besarnya dalam bahasa Arab talkhis berarti “rangkuman”. Suatu ringkasan yang berjudul Majmu’ah atau Jawawi yang terdir atas enam buku (Physics, De Caelo et Mundo, De Generation et Corruption, Meteologica, De Anima Metapsyca) Kini telah diterbitkan kedalam bahasa arab.
Dia lebih dihargai di eropa tengah dari pada di timur dikarenakan beberapa sebab karena tulisannya yang banyak jumlahnya yang diterjemahkan kedalam bahasa latin dan diedarkan serta dilestarikan, sedangkan teksnya yang asli dalam bahasa arab dibakar dan dilarang diterbitkan lantaran mengandung semangat anti filsafat dan filosof
A. Filsafat dan Agama
Ibn Rusyd membuka risalahnya dengan mengajukan pertanyaan apakah filsafat itu sah, dilarang, dianjurkan, atau diharuskan dalam syariah. Ada dua cara untuk mendapatan pengetahuan: yaitu pencerapan dan penyesuaian, Persesuaian bisa bersifat demonstratif dielektis dan retoris. Menurut Ibn Rusdy, agama didasarkan pada tiga prinsip yang mesti diyakini oleh setiap muslim : eksistensi tuhan, kenabian dan kebangkitan.
Ketiga macam persesuaian ini digunakan dalam Al-Quran manusia terdiri atas tiga golongan : para filosof, para teolog dan orang-orang awam (al-Jumhur). Para filosof dan kaum yang mengunakan cara demonstratif. Para teolog yaitu orang-orang Asy’ariyah, yang ajaran-ajrannya mereka menjadi ajaran resmi pada masa Ibn Rusdy ialah kaum yang lebih rendah tingkatannnya, karena mereka memulai dari penelaran dialektis dan bukan dari kebenaran ilmiah. Orang awam ialah “Orang-orang retoris” yang hanya bisa mencerap sesuatu lewat conto-contoh dan pemikiran puitis.
B. Jalan Menuju Tuhan
Setelah menjelaskan bahwa ajaran agama islam memiliki makna tersurat dan tersirat, yang simbolis bagi orang awam dan yang tersembunyi bagi kaum terpelajar, Ibn Rusdy berusaha dalam bukunya : al-Kasyf an’ Manahij al-Adillah , menemukan jalan menuju tuhan, yaitu jalan-jalan menuju tuhan yaitu metode yang ada di dalam Al-Qur’an untuk mencapai kepercayaan dan eksistensi tuhan dan pengetahuan tentang sifatnya, menurut makna yang tersurat itu sebab pengetahuan pertama yang boleh dimiliki oleh setiap orang yang berakal ialah pengetahuan tentang hal-hal yang akan membuatnya yakin akan eksistensi Sang pencipta.
karena buku itu ditulis dalam bentuk teologis, maka Ibn Rusyd mulai meninjau berbagai metode-metode teologi mazhab islam, yang digolongkannya menjadi lima golongan besar : Golongan Asy’ariyah, Mu’tazilah, Batiniah, Hasyawiyah, dan Sufi.
Lalu jalan apa yang pantas yang harus ditempuh untuk mencapai tuhan? Ada du cara yaitu: pertama bersifat teologis dan kedua bersifat kosmologis, keduanya mulai dari manusia dan makhluk-makhluk lain, dan bnukan dari alam raya sebagai suatu keseluruhan.
C. Jalan Menuju Pengetahuan
Filsafat abad pertengahan eropa dipengruhi oleh Ariestoteles lewat ulasa0ulasa yang ditulis oleh Ibn Rusdy, sebagaimana diungkapkan secara tepat oleh Gilson “cukup aneh” sedikit sekali orang yang lebih berpengaruh terjadap Ibn Rusdy dalam membentuk pemikiran umum mengenai filsafat abad pertangahan yang kini diterima sebagai kebenaran sejarah.
Oleh Ibn Rusyd, akal dan ruh dibedakan dengan hati-hati, dalam pemikirannya tentangproses pengetahuandiperlukan pemahaman penuh mengenai urutan hirarkis dari segala tiada guna memahami kedudukan dua entitas ini. Inilah sebabnya mengapa Ibn Rusdy mebuka risalahnya Talkis kitab al-Nafs dengan memberikan ulasan pendek tentang komposisi periada-periada itu, beserta sumber-sumber prilaku dan pengetahuan priada-priada itu.
Prinsip-prinsip muhim yang diisyaratkan memahami berbagai subtansi ruh (soul).”Prinsip itu adalah : 1. segala priada yang fana terdiri atas materi dan bentuk, yang masing-masing dengan sendirinya bukan satu wujud, meskipun melalui gabungan keduanya wujud itu maujud. 2. materi utama tidak memiliki eksistensi aktual, dan hanya merupakn suatu kemampuan untuk menerima bentuk-bentuk. 3. wujud-wujud sederhana pertama yang merupakan perwujudan materi utama itu merupakan empat unsur yaitu, api, air, udara, dan bumi, 4. unsur itu masuk kedalam susunan wujud lain lewat percampuran . Sebab jauh dari percampuran ini yaitu wujud angkasa. 5. panas alam merupaka sebab utama adanya percampuran itu. 6. benda-benda organik dihasilkan dari individu-individu hidup yang sejenis dengan benda organaik itu lewat panas alam.
EmoticonEmoticon