Filsafat Islam 7 | MISKAWAIH


Nama : Mohamad Firman Hadi
Kelas: Jurnalistik 4B
NIM : 1112051100038


MISKAWAIH

A.  MASA HIDUPNYA 

Ahmad  ibnu muhhamad ibn ya’qub  yang nama keluarganya  miskawaih,disebut  pula abu ali al khazin. Miskawaih  mengkaji alkimia bersama abu al- thayyib al-Razi,seorang ahli alkimia. Dari beberapa pernyataan ibnu sina Dan al-Tauhidi tampak bahwa mereka berpendapat bahwa ia tak mampu berfilsafat
Miskawaih tinggal selama tujjuh tahun bersama abu-fadhli ibn al-amin (360h/970m) Sebagai pustakawannya, Miskawaih meninggal 9 safar 421/16 februari 1030,tanggal kelahiranya tidak jelas.

B. KARYA-KARYANYA

•      Yaqud memberikan daftar 13 buah karya Miskawaih :
•      Al-Fauz al-akbar
•      Al-Fauz al-asghar
•      Tajarib Al-Umam ( sebuah sejarah tentang Banjir Besar yang ditulis pada tahun 369 H/979 M).
•      Uns al-farid (kumpulan anekdot, syair, peribahasa dan kata-kata mutiara).
•      Tartib al-Sa’adah (tentang akhlak dan politik).
•      Al-Musthafa (syair-syair pilihan)
•      Jawidan Khirad (kumpulan ungkapan bijak).
•      Al-Jami
•      Al-Siyar (tentang aturan hidup)
•      Tentang pengobatan sederhana (mengenai kedokteran)
•      Tentang Komposisi Bajat (mengenai seni memasak)
•      Kitab al-Asyribah (Mengenai Minuman)
•      Tahdzib al-Akhlaq (mengenai akhlak)



C.     Kepribadiannya
•      Miskawaih adalah ahli sejarah dan moralis. Ia juga seorang penyair, Tauhidi mencela Miskawaih karena kekikiran dan kemunafikannya. Ia tertarik dengan alkimia bukan karena ilmu, tetapi demi emas dan harta, dan ia sangat mengabdi kepada guru-gurunya.
Filsafatnya
•      Filsafat Pertama
Bagian terpenting kegiatan filosofis Miskawaih ditunjukan kepada etika. Tiga bukunya yang penting tentang etika telahsampai kepada kita, yaitu: Tartib al-Sa’adah, (2) Tahdzib al-Akhlaq dan (3) jawidan Khirad.
•      Filsafat Moral
Filsafat moral sangat berkaitan dengan psikologi, sehingga Miskawaih memulai risalah besarnya itu dengan akhlak, Tahdzib al-Akhlaq, dengan menyatakan doktrinnya tentang ruh. Dengan mengikuti Plato, ia mempersamakan pembawaan-pembawaan ruh dengan kebajikan-kebajikan. Ruh mempunyai tiga pembawaan : rasional, keberanian, hasrat dan tiga kebajikan yang saling berkaitan: bijaksana, berani dan sederhana.

D.    FILSAFATNYA

•      Filsafat Pertama

Bagian terpenting kegiatan filosofis Miskawaih ditunjukan kepada etika. Tiga bukunya yang penting tentang etika telahsampai kepada kita, yaitu: Tartib al-Sa’adah, (2) Tahdzib al-Akhlaq dan (3) jawidan Khirad.
Buku Miskawaih al-Fauz al-Asghar merupakan sebuah risalah umum yang memiliki konsepsi yang sama dengan bagian pertama buku al-Farabi; Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadhilah. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, berkenaan dengan pembuktian adanya Tuhan; Kedua, tentang ruh dan ragamnya, dan ketiga tentang kenabian.  Mengenai filsafat-filsafatnya, ia banyak berhutang denga al- Farabi, terutama dalam mempertemukan ajaran-ajaran Plato, Aristoteles, Plotinus. Sebagai pemikir religious sejati, Miskawaih mencoba membuktikan bahwa ciptaan bermula dari ketidakadaan.

•      Filsafat Moral

Filsafat moral sangat berkaitan dengan psikologi, sehingga Miskawaih memulai risalah besarnya itu dengan akhlak, Tahdzib al-Akhlaq, dengan menyatakan doktrinnya tentang ruh. Dengan mengikuti Plato, ia mempersamakan pembawaan-pembawaan ruh dengan kebajikan-kebajikan. Ruh mempunyai tiga pembawaan : rasional, keberanian, hasrat dan tiga kebajikan yang saling berkaitan: bijaksana, berani dan sederhana.
Dengan memakai aturan-pribadi moral, Miskawaih membagi kebijaksanaan menjadi tujuh: ketajaman intelegensi, kesigapan akal, kejelasan pemahaman, fasilitas perolehan, ketepatan dalam membedakan, penyimpanan dan pengungkapan kembali.

•      Filsafat Sejarah

      Mengenai sejarah pandangan-pandangan Miskawaih bersifat filosofis, ilmiah dan kritis. Ia menggariskan fungsi sejarah dan tugas-tugas ahli sejarah : sejarah bukanlah cerita hiburan tentang diri para raja, tetapi suatu pencerminan struktur politik ekonomi masyarakat pada masa-masa tertentu. Untuk itu, ahli sejarah harus menjaga diri terhadap kecenderungan umum mencampuraadukan kenyataan dan rekaan atau kejadian-kejadian palsu.

Sejarah bukanlah kumpulan kenyaataan terpisah dan statis, tetapi merupakan proses kreatif-dinamis harapan-harapan dan aspirasi-aspirasi manusia. Ia adalah organisme yang  hidup dan tumbuh, yang strukturnya ditentukan oleh cita-cita kebangsaan dan Negara.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »