Filsafat Islam 8 | IBNU BAJJAH

Nama : Mohamad Firman Hadi
Nim : 1112051100038

TOKOH FILOSOF MUSLIM:IBNU BAJJAH

Masa Hidupnya:
  • Memiliki nama asli Abu Bakr Muhammad ibn Yahya al-Sha’igh. Dikenal pula dengan nama Avampace.
  • Lahir di Saragossa menjelang akhir abad ke 5 M atau 11 H.
  • Ia menguasai sastra, tata bahasa, dan filsafat kuno. Ibnu Bajjah telah disejajarkan dengan Ibnu Sina.
  • Ia pernah diangkat menjadi pejabat tinggi oleh Abu Bakar Sahrawi (gubernur Saragossa).
  • Pada tahun 512H/1118M, Ibn Bajjah meninggalkan kota Saragossa lalu tinggal di Seville dan menjadi tabib. Kemudian ia pergi ke Granada, lalu pergi ke Afrika Barat-Laut.
Para Pendahulunya
Filsafat telah memasuki Spanyol jauh sebelum naskah Rasa’il ikhwan al-Shafa diperkenalkan di negri itu. Muhammad ibn Abdun al-Jabali pergi ke Timur pada tahun 347 H/952 M, belajar logika bersama abu Sulaim Muhammad ibn Tharir Ibn Bahran al-Sijistani dan kembali ke Spanyol pada tahun 360 H/ 965 M. dari sininjelas bahwa filsafat berasal dari Timur dan dibawa ke Barat dan bahwa pada abad ke-4 H/ke-10 M, para pelajar dari Spanyol mempelajari matematika, hadis tafsir dan fiqih di samping logika dan ilmu-ilmu filsafat.
Di antara para pendahulu ibn Bajjah, ibn Hazm oantas diberi perhatian khusus. Ibn Hazm berada di tempat yang sangat tinggi dalam teologi dan ilmu-ilmu keagamaan lainnya. Karyanya kitab al-Fashl fi al-Milal Wan-Nihal adalah unik, yang di dalamnya dia menulis pernyataan-pernyataan kebenaran dan doktrin-doktrin Kristen, Yahudi, dan yang lain-lainnya tanpa dalam menyatakan prasangka apapun.
Karyanya:
  • The Bodleian MS., Arabic Pococke No.206 (mengenai ilmu pengobatan, dan Risalat al-Wada’).
  • The Berlin MS. No.5060, hilang pada masa Perang Dunia II.
  • The Escurial MS. No.612 (berisi risalah yang ditulis oleh Ibn Bajjah sebagai penjelas atas risalah-risalah al-Farabi dalam masalah logika).
  • The Khediviah MS. Akhlaq No. 290 (ringkasan dari Tadbir al-Mutawahhid).
  • Tardiyyah (syair pujian). 
  • Kitab al-Nabat, Risalah Ittisal al-Aql bi al-Insan, Risalah al-Wada’, Tadbir al-Mutawahhid berjudul El Regimen Del Solitario.
  • Kitab al-Nafs, Risalah al-Ghayah al-Insaniyyah.

Filsafatnya:
  • Ia menyandarkan filsafat dan logikanya pada karya-karya Al-Farabi dan memberikan tambahan dalam karya-karyanya itu. Ia juga mendasarkan metafisika dan psikologinya pada fisika seperti Aristoteles. 
  • Materi dan Bentuk: kata bentuk  dipakai untuk mencakup jiwa, sosok, kekuatan, makna, konsep. Bentuk suatu tubuh ada tiga tingkatan, yaitu: bentuk jiwa umum (intelektual), bentuk jiwa khusus, dan bentuk fisik.
  • Psikologi: fungsi jiwa bersifat heterogen, yaitu: nutritif, sensitif, imajinatif atau rasional.
  • Akal dan Pengetahuan: akal merupakan bagian terpenting manusia, karena pengetahuan yang bernar dapat diperoleh lewat akal. Akal ada dua jenis yaitu akal teoritis dan akal praktis. Pengetahuan juga ada dua jenis yaitu yang dapat dipahami tapi tidak dapat ditemukan dan Yang dapat dipahami dan dapat ditemukan.
Filsafat Politik
Ibn Bajjah sangat menyetujui teori politik al-Farabi, misalnya:
  • Membagi Negara menjadi negara yang sempurna dan yang tidak sempurna.
  • Individu yang berbeda dari sebuah bangsa memiliki watak yang berbeda pula – sbagian dari meraka yang lebih suka memerintah dan sebagian yang lain lebih suka diperintah.
  • Konstitusi harus disusun oleh Kepala Negara (nabi / Imam)

Dalam Risalat al-Wada’ ibn Bajjah memberikan dua fungsi alternatif negara:
  • Untuk menilai perbuatan rakyat guna membimbing mereka menapai tujuan yang mereka inginkan.
  • Fungsi alternatif ini yaitu merancang cara-cara mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Etikanya:
  • Ia membagi tindakan menjadi tindakan hewani dan manusiawi. Untuk menyatakan apakah suatu tindakan itu bersifat hewani atau manusiawi, ibn Bajjah membagi kebajikan menjadi dua jenis, kebajikan formal (pembawaan sejak lahir) dan spekulatif (kemauan bebas dan spekulasi).
Tasawufnya:
  • Ibn Bajjah menjunjung tinggi para wali Allah (auliya’Allah)  dan  menempatkan mereka dibawah para nabi. Menurutnya, sebagian orang dikuasai oleh keinginan jasmaniah belaka dan sebagian lagi dikuasai oleh spiritualis.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »