Filsafat Islam 12 | Nashir Al-Din Tusi

Filsafat Islam 12 | Nashir Al-Din Tusi
Nasir Al-Din Tusi




Nama : mohamad Firman Hadi
Kelas : Jurnalistik 4B
NIM: 1112051100038

Nashir Al-Din Tusi
1.       Biografi dan Pendidikannya
Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad ibn Muhammad ibnu al-Hasan Nasiruddin al-Tus. Sebagai seorang ilmuwan yang mahsyur di zamannya, Ia memiliki banyak nama. Antara lain Muhaqqiq Al-Tusi, Khuwaja Tusi, dan Khuwaja Nasir
Di masa kehidupannya, Nashiruddin Al-Thusi dikenal sebagai Ilmuwan yang serba bisa (multitalented). Selama hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk mengembangkan beragam ilmu astronomi, biologi, kimia, matematika, filsafat, kedokteran, hingga ilmu agama Islam.
Tusi memulai karirnya sebagai ahli astronomi pada pemerintahan Nasir Al din ’Abd Al Rahim, Gubernur dari benteng gunung Isma’iliah Quhistan pada masa pemerintahan ’Ala Al Din Muhammad, Syek Agung VII dari Alamut.
Pada tahun 1259 M, Tusi membentuk Observatiorium Maraghah, yakni suatu majlis yang terdiri atas orang-orang pandai dan terpelajar dengan membuat rencana khusus untuk pengajaran ilmu-ilmu filsafat
2.       Karya-Karyanya
  1. Di bidang logika : Asas Al-Iqtibas, At-Tajrid fi Al-Mantiq, Syarh-i Mantiq Al-Isyarat, Ta’dil Al-Mi’yar.
  1. Di bidang Metafisika : Risalah dar Ithbat I Wajib, Itsat-i Jauhar Al-Mufariq, Risalah dar wujud-i Jauhar-i, Mujarrad, Risalah dar Itsbat-i ’Aql-i Fa’al, Risalah Darurat-i Marg, Risalah sudur Kathrat az Wahdat, Risalah ’Ilal wa Ma’lulat Fushul, Tashawwurat, dan Hall-i Musykilat Al-Asyraf.
  2. Di bidang etika : Akhlak-i Nashiri dan Ausaf Al-Asyraf.
  3. Di bidang teologi/dogma : Tajrid Al’Aqa’id, Qawa’id Al-’Aqa’id, dan Risalah-i I’tiqadat.
  4. Di bidang astronomi : Al-Mutawassithah Bain Al-Handasa wal Hai’a, Zubdat al-Hai’a (yang terbaik dari astronomi), Mukhtasar fial-Ilm At-Tanjim wa Ma’rifat At-Taqwin (ringkasan astrologi dan penanggalan), dan  Kitab Al-bari fi Ulum At-Taqwin wa Harakat Al-Afak wa Ahkam An-Nujum (buku terunggul tentang Almanak, gerak bintang-bintang dan astrologi kehakiman).
  5. Di bidang aritmatika, geometri, dan trigonometri :  Al-Mukhtasar bi Jami Al-Hisab bi At-Takht wa At-Turab (Ikhtisar dari seluruh perhitungan dengan tabel dan bumi), Al-Jabar wa Al-Muqabala (Risalah tentang al-Jabar), Qawaid Al-Handasa (kaidah-kaidah geometri) dan Kitab Shakl Al-Qatta (Risalah tentang triteral).
 3.       Pemikirannya
1Filsafat Metafisika
Menurut Tusi, metafisika terdiri atas dua bagian, pertama ilmu Ketuhanan (’Ilmi Ilahi), kedua filsafat pertama (falsafahi ula). Ilmu Ketuhanan meliputi Tuhan, akal, dan jiwa, pengetahuan tentang alam semesta dan hal-hal yang berhubungan dengan alam semesta yang merupakan filsafat pertama.
2. Politik
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Untuk memperkuat sikapnya, Tusi mengacu pada istilah insan yang berarti manusia, yang secara hurufiah berarti orang yang suka berkumpul dan berhubungan. Itu merupakan ciri khas manusia, maka kesempurnaan manusia dapat dicapai dengan menunjukkan sepenuhnya watak ini terhadap sesamanya. Inilah sebabnya Islam menekankan keutmaan shalat berjamaah.
3. Etika
Tujuan dari filsafat etika (akhlak) Nashiruddin Ath-Tusi ini adalah untuk menemukan cara hidup untuk mencapai sebuah kebahagiaan. Agar bisa mencapai kebaikan maka dalam hal ini manusia dituntut untuk sering berbuat baik, menempatkan kebaikan di atas keadilan dan cinta.
4. Kenabian
Tusi menetapkan perlunya kenabian dan kepemimpinan spiritual. Aturan suci dari Tuhan untuk mengatur urusan-urusan manusia tapi Thuan sendiri berada di luar jangkauan indera. Oleh karena itu, Dia menutus para nabi untuk menuntun orang-orang. Ini memerlukan praata kepemimpinan spiritual setelah para nabi itu menerapkan aturan suci tersebut.
5. Logika
Tusi menganggap logika adalah ilmu dan suatu alat ilmu yang bertujuan memahami makna dan sifat dari makna yang dipahami itu, sebagai alat menjadi kunci untuk memahami berbagi ilmu.
6. Psikologi
Tusi mengemukakan asumsi bahwa jiwa merupakan suatu realitas yang bisa terbukiti sendiri dan karena itu tidak memerlukan lagi bukti lain. lagi pula jiwa, tidak bisa dibuktikan. Jiwa merupakan substansi sederhana dan immaterial yang dapat merasa sendiri. Ia mengontrol tubuh melalui otot-otot dan alat-alat perasa tapi ia sendiri tidak dapat dirasa lewat alat-alat tubuh.
7. Baik dan buruk
Menurut Tusi, yang baik datang dari Tuhan sedangkan yang buruk muncul sebagai kebetulan (‘ard) dalam perjalanan yang baik itu. Tuhan sendiri menghendaki kebaikan yang mneyeluruh tapi selubung indera, imajinasi, kesengan dan pikiran menutupi pandangan dan mnetal kita, yang mengakibatkan adanya kesalahpilihan dan menimbulkan keburukan.

Fisafat Islam 11 | IBN RUSYD

Fisafat Islam 11 | IBN RUSYD
Nama : mohamad Firman Hadi
Kelas : Jurnalistik 4B
NIM: 1112051100038

IBN RUSYD
Abu al-Walid Muhammad Ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd lahir di Cordova pada tahun 520 H/1126 M. keluarganya terkenal alim dalam ilmu fiqh. Ayah dan kakeknya pernah menjadi Kepala Pengadilan di Andalusia. Latar belakang inilah yang membuatnya berkesempatan untuk meraih kedudukan yang tinggi dalam dalam studi-studi keislaman. Al-Quran beserta penafsirannya, Hadis Nabi, ilmu fiqh, bahasa dan sastra Arab dipelajarinya secara lisan dari seorang ahli (‘alim). Dia merevisi buku Malikiah, al-Muwatin,yang dipelajarinya bersama ayahnya abu al-Qasim dan dihapalnya.
Ibn Rusyd hidup dalam situasi politik yang sedang berkecamuk. Dia lahir pada masa pemerintahan Almurafiah yang digulingkan oleh golongan Almuraifiah dan Martakusy pada tahun 542 H/1147 H, yang menaklukan Cordova pada tahun 543 H/ 1148 M. Gerakan yang dilakukan  Almuhaidiah dimulai oleh ibn Tumart yang menyebut dirinya sebagai al-Mahdi.
Dikisahkan bahwa dia mengulas tiga macam ulasan: ulasan yang besar, menengah, dan kecil. Ulasan-ulasan tafsir, mengikuti poli tfsir Al-Quran. Dia mengutip satu paragraph dari ulasan Ariestoteles dan kemudian memberikan penafsiran serta ulasan aslinya. Kini kita masih memiliki ulasan besarnya dalam bahasa Arab  talkhis berarti “rangkuman”. Suatu ringkasan yang berjudul Majmu’ah atau Jawawi yang terdir atas enam buku (Physics, De Caelo et Mundo, De Generation et Corruption, Meteologica, De Anima Metapsyca) Kini telah diterbitkan kedalam bahasa arab.
Dia lebih dihargai di eropa tengah dari pada di timur dikarenakan beberapa sebab karena tulisannya yang banyak jumlahnya yang diterjemahkan kedalam bahasa latin dan diedarkan serta dilestarikan, sedangkan teksnya yang asli dalam bahasa arab dibakar dan dilarang diterbitkan lantaran mengandung semangat anti filsafat dan filosof
A.      Filsafat dan Agama
Ibn Rusyd membuka risalahnya dengan mengajukan pertanyaan apakah filsafat itu sah, dilarang, dianjurkan, atau diharuskan dalam syariah. Ada dua cara untuk mendapatan pengetahuan:  yaitu pencerapan dan penyesuaian, Persesuaian bisa bersifat demonstratif dielektis dan retoris. Menurut Ibn Rusdy, agama didasarkan pada tiga prinsip yang mesti diyakini oleh setiap muslim : eksistensi tuhan, kenabian dan kebangkitan.
Ketiga macam persesuaian ini digunakan dalam Al-Quran manusia terdiri atas tiga golongan : para filosof, para teolog dan orang-orang awam (al-Jumhur). Para filosof dan kaum yang mengunakan cara demonstratif. Para teolog yaitu orang-orang Asy’ariyah, yang ajaran-ajrannya mereka menjadi ajaran resmi pada masa Ibn Rusdy ialah kaum yang lebih rendah tingkatannnya, karena mereka memulai dari penelaran dialektis dan bukan dari kebenaran ilmiah. Orang awam ialah “Orang-orang retoris” yang hanya bisa mencerap sesuatu lewat conto-contoh dan pemikiran puitis.
B.       Jalan Menuju Tuhan
Setelah menjelaskan bahwa ajaran agama islam memiliki makna tersurat dan tersirat, yang simbolis bagi orang awam dan yang tersembunyi bagi kaum terpelajar, Ibn Rusdy berusaha dalam bukunya : al-Kasyf an’ Manahij al-Adillah , menemukan jalan menuju tuhan, yaitu jalan-jalan menuju tuhan yaitu metode yang ada di dalam Al-Qur’an untuk mencapai kepercayaan dan eksistensi tuhan dan pengetahuan tentang sifatnya, menurut makna yang tersurat itu sebab pengetahuan pertama yang boleh dimiliki oleh setiap orang yang berakal ialah pengetahuan tentang hal-hal yang akan membuatnya yakin akan eksistensi Sang pencipta.
karena buku itu ditulis dalam bentuk teologis, maka Ibn Rusyd mulai meninjau berbagai metode-metode teologi mazhab islam, yang digolongkannya menjadi lima golongan besar : Golongan Asy’ariyah, Mu’tazilah, Batiniah, Hasyawiyah, dan Sufi.
Lalu jalan apa yang pantas yang harus ditempuh untuk mencapai tuhan? Ada du cara yaitu: pertama bersifat teologis dan kedua bersifat kosmologis, keduanya mulai dari manusia dan makhluk-makhluk lain, dan bnukan dari alam raya sebagai suatu keseluruhan.
C.      Jalan Menuju Pengetahuan
Filsafat abad pertengahan eropa dipengruhi oleh Ariestoteles lewat ulasa0ulasa yang ditulis oleh Ibn Rusdy, sebagaimana diungkapkan secara tepat oleh Gilson “cukup aneh” sedikit sekali orang yang lebih berpengaruh terjadap Ibn Rusdy dalam membentuk pemikiran umum mengenai filsafat abad pertangahan yang kini diterima sebagai kebenaran sejarah.
Oleh Ibn Rusyd, akal dan ruh dibedakan dengan hati-hati, dalam pemikirannya tentangproses pengetahuandiperlukan pemahaman penuh mengenai urutan hirarkis dari segala tiada guna memahami kedudukan dua entitas ini. Inilah sebabnya mengapa Ibn Rusdy mebuka risalahnya Talkis kitab al-Nafs dengan memberikan ulasan pendek tentang komposisi periada-periada itu, beserta sumber-sumber prilaku dan pengetahuan priada-priada itu.
Prinsip-prinsip muhim yang diisyaratkan memahami berbagai subtansi ruh (soul).”Prinsip itu adalah : 1. segala priada yang fana terdiri atas materi dan bentuk, yang masing-masing dengan sendirinya bukan satu wujud, meskipun melalui gabungan keduanya wujud itu maujud. 2. materi utama tidak memiliki eksistensi aktual, dan hanya merupakn suatu kemampuan untuk menerima bentuk-bentuk. 3. wujud-wujud sederhana pertama yang merupakan perwujudan materi utama itu merupakan empat unsur yaitu, api, air, udara, dan bumi, 4. unsur itu masuk kedalam susunan wujud lain lewat percampuran . Sebab jauh dari percampuran ini yaitu wujud angkasa. 5. panas alam merupaka sebab utama adanya percampuran itu. 6. benda-benda organik dihasilkan dari individu-individu hidup yang sejenis dengan benda organaik itu lewat panas alam.

Filsafat Islam 10 | Ibnu Tufail

Filsafat Islam 10 | Ibnu Tufail
Nama : Mohamad Firman Hadi
NIM : 1112051100038
Ibnu Tufail

Kehidupan dan Karyanya
Abu bakr Muhammad ibn Abdal-Malik ibn Muhmmad  ibn Muhammad ibn Tufail (latin,abubacer), pemuka besar peratama pemikiran filosofi muwahid dari Spanyol,lahir pada dekade pertama abad ke-6 H / ke-12 M di Guadix, di provinsi Granada. Ia termasuk dalam keluarga suku Arab terkmuka,Qais. Ia meningal pada tahun 580 H/1884 M di Maroko. 
Ibnu Tufail adalah seorang dokter, filosof, ahli matematika dan penyair yang sangat terkenal dari Muwahhid Spanyol, tapi sayangnya hanya sedikit sekali karya-karyanya yang dikenal orang. Al-Bitruji (muridnya) dan ibn Rusydi percaya bahwa dia memiliki “gagasan-gagasan astronomi asli” Miguel casiri menyebutkan dua karya yang masa ada : Risalah Hayy ibn Yaqzan dan Asra al-hikmah al-Mashriqiyyah.
Tujuan Risalah
Menurut Dr. Muhammad Ghallab, risalah itu pada dasarnya bertujuan menunjukan kemampuan individu manusia untuk hidup sendiri, dengan hanya memanfaatkan sumber-sumber alam saja tanpa bantuan masyarakat , dan berusaha memperoleh kebenaran sejati, asalkan dia memiliki kecerdasan untuk itu.

Doktrin-doktrin

·         Dunia
Dia mengemukakan bahwa gagasan mengenai kemaujudan sebelum ketidak mewujudan tidak dapat dipahami tanpa anggapan bahwa waktu itu telah ada sebelum dunia ada; tapi waktu itu sendiri merupakan suatu kejadian takterpisahkan dari dunia, dan karena itu kemawujudannya mendahului kemawujudan dunia dikesampingkan. Lagi, segala yang tercipta pasti membutuhkan Pencipta
·         Tuhan
Penciptaan dunia yang berlangsung lambat laun itu mensyaratkan adanya satu Pencipta, sebab dunia tak bisa mawujud dengan sendirinya. Juga, sang Pencipta mesti bersifat immaterial, sebab materi yang merupakan suatu kejadian dunia di ciptakan oleh satu Pencipta.
·         Kosmologi cahaya
·         Epistemologi
·         Etika
·         Filsafat dan agama

Pengaruh
Di antara karya ibn Tufail, hanya Hayy ibn Yaqzan saja lah yang masih ada sekarag. Karya itu merupakan suatu roman filsafat pendek, tapi pengaruhnya terhadap generasi berikutnya di Barat begitu besar sehingga karya tersebut dianggap sebagai salah satu buku paling mengagumkan dari Zaman Pertengahan. Risalah tersebut telah di terjemah kan kedalam bahasa Ibrani, Latin, Inggris,Belanda, Perancis,Spanyol, Jerman,dan Rusia  
Di antara murid-murid ibn Tufail abu Ishak al-Bitruji dan abu al-Walid ibn Rusyid adalah yang paling menonjol. Dia berada di barisan depan dalam bidang astronomi lewat al-Bitruji. Dalam bidang filsafat dan pengobatan dia menguasai arena lewat ibn Rusydi.


Filsafat Islam 9 | Ibnu Sina

Filsafat Islam 9 | Ibnu Sina
Nama : mohamad Firman Hadi
NIM : 1112051100038

Ibnu Sina
Ibnu Sina (370/980-428/1037), adalah satu-satunya filosof besar Islam yang telah berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci.Ia menunjukan jiwa yang jenius dalam menemukan metode-metode dan alasan-alasan yang diperlukan untuk merumuskan kembali pemikiran rasional murni dan tradisi intelektual Hellenisme yang ia warisi dan lebih jauh lagi dalam sistem keagamaan Islam.
Karakteristik paling dasar pemikiran Ibnu Sina adalah pencapaian definisi dengan metode pemisahan dan pembedaan konsep-konsep secara tegas dan keras.Hal ini memberikan kehalusan yang luar biasa terhadap pemikiran-pemikirannya.
Keberhasilan dan pentingnya prinsip analisis ini di dalam sistem Ibnu Sina sangat menarik perhatian: ia mengemukakan secara berulang-ulang dan pada setiap kesempatan, dalam pembuktian-pembuktiannya tentang dualisme tubuh dan akal, doktrin universal teorinya tentang esensi dan eksistensi dan sebagainya.

DOKTRIN TENTANG WUJUD
Ø  Doktrin Ibnu Sina tentang wujud bersifat emanasionitis. Dari Tuhanlah Kemaujudan Yang Mesti, mengalir intelegensi pertama, sendirian karena hanya dari yang tunggal, yang mutlak, sesuatu dapat mewujud. Intelegensi pertama memunculkan dua kemaujudan, yaitu : (1) intelegensi kedua melalui kebaikan ego tertinggi dari adanya aktualitas, (2) lingkungan pertama dan tertinggi berdasarkan segi terendah dari adanya kemungkinan alamiahnya.
Ø  Menurut para filosof Muslim, meskipun Tuhan tinggal di dalam diri-Nya sendiri dan jauh tinggi di atas dunia yang diciptakan, tetapi terdapat hubungan perantara antara kekekalan dan keniscayaan yang mutlak dari Tuhan dan dunia yang penuh dengan ketidaktentuan.
Ø  Menurut Ibnu Sina, Tuhan menciptakan sesuatu karena adanya keperluan rasional. Dengan dasar keperluan rasional ini, Ibnu Sina menjelaskan pra-pengetahuan Tuhan tentang semua kejadian, dunia secara keseluruhan ada bukan karena kebetulan, tetapi diberikan oleh Tuhan, ia diperlukan, dan keperluan ini di turunkan dari Tuhan. Inilah prinsip Ibnu Sina tentang eksistensi secara singkat.
Ø  Ibnu Sina berkeyakinan bahwa hanya dari bentuk dan materi saja anda tidak akan pernah mendapatkan eksistensi yang nyata, tetapi hanya kualitas-kualitas esensial kebetulan. Ia telah menganalisis  dalam kesempatan yang panjang, hubungan antara bentuk dan materi dalam al-syifa (“Met” II, 4 dan “Met” VI,1) dimana ia menyimpulkan bahwa bentuk dan materi itu bergantung kepada Tuhan (atau akal aktif) dan lebih jauh lagi bahwa eksistensi yang terusun juga tidak bisa hanya oleh bentuk dan materi saja, tetapi harus terdapat sesuatu yang lain. Dalam “Met” VIII, 5,  ia menjelaskan kepada kota bahwa segala sesuatu yang Esa, yang esensi-Nya adalah Tunggal dan Maujud memperoleh sesuatu dari eksistensi yang lain. Dapat dibayangkan, bahwa eksistensi sesungguhnya bukanlah bentukan benda, tetapi ia lebih merupakan hubungannya dengan Tuhan.
Ø  Menurut Ibnu Sina, esensi mewujud dalam pikiran Tuhan (dan dalam pikiran-pikiran intelegensi-intelegensi aktif) sebelum hal-hal itu ada itu maujud di dalam dunia lahiriah, dan mereka juga ada dalam pikiran kita setelah mereka itu mewujud.Keberadaan adalah suatu yang ditambah, bukan pada obyek-obyek yang ada, tetapi pada esensi.

Hubungan Jiwa Raga :
Kesadaran itu ada sejak seseorang dapat mengukuhkan keberadaannya sendiri, hal itu betapapun ada hanya sebagai cara untuk menempatkan diri, ia adalah kenyataan yang mungkin, dan bukan suatu kemestian yang logis. Ibnu Sina menegaskan, tentang keabadian jiwa itu didasarkan atas pandangan bahwa jiwa merupakan suatu subtansi dan bukan suatu bentuk tubuh, yang kepada bentuk itu jiwa dikaitkan erat-erat oleh suatu hubungan mistik tertentu keduanya.Namun, pada taraf transedental, jiwa itu merupakan suatu wujud ruhaniah murni dan tubuh belum ada bahkan sebagai suatu konsep relasional sekalipun, pada taraf fenomenal tubuh mesti sudah dapat ditentukan wujudnya sebagaimana sebuah bangunan ditentukan wujudnya oleh seorang pembangun gedung.Menurutnya, studi tentang fenomenal jiwa masuk dalam bidang ilmu pengetahuan, sedangkan wujud transedentalnya masuk ilmu metafisika.Maka, hubungan antara jiwa dan tubuh demikian erat sehingga hal ini bisa mempengaruhi akal. Sebenarnya, kalau jiwa cukup kuat, jiwa dapat menyembuhkan dan menyakitkan badan lain tanpa sarana apapun, karena secara ekslusif, jiwa menyatu dengan tubuh.

TEORI PENGETAHUAN
Ø  Ibnu Sina memberikan seluruh pengetahuan sebagai jenis abstraksi untuk memahami bentuk suatu yang diketahui. Penekanan utamanya yang sangat mungkin diuraikan olehnya sendiri, adalah pada tingkat-tingkat daya abstraksi ini dalam pemahaman yang berbeda-beda. Tetapi kunci utama doktrin Ibnu Sina tentang persepsi ialah pembedaan antara persepsi internal dan eksternal. Persepsi internal ialah kerja panca indera eksternal. 
Ø  Indera internal yang pertama adalah sensus communis yang merupakan tempat semua indera. Indera ini menjadikan data indera sebagai  persepsi persepsi
Ø  Indera internal kedua adalah indera imajinatif, sepanjang indera ini melestarikan imaji perceptual.
Ø  Indera ketiga adala juga imaninasi sepanjang indera ini bertindak atas dasar imaji-imaji ini, dengan penggabungan dan pemisahan. Pada diri manusia ndera ini dikuasai oleh nalar sehingga imajinasi manusia dapat bekerja dengan cermat.
Ø  Indera keempat  dan indera internal  terpenting dsebut “wahm”
Ø  Doktrin wahm merupakan unsure tang paling asli dalan ajaran psikologi ibnu sina dan sangat dekat dengan apa yang oleh para psikolog modern digambarkan sebagai “respon saraf”
Ø  Ibnu sina berpendapat bahwa persepsi dan imajinasi hanya menyatakan kepada kita tentang kualitas perceptual dari sesuatu, ukuran, warna, bentuk dsb

Ajaran Tentang Kenabian :
Pentingnya gejala kenabian danwahyu ilahi merupakan sesuatu yang oleh ibnu sina terlah diusahakan untuk dibangun dalam empat tingkatan : intelektual, imajinatif, kejaiban dan sosiopolitis.
Dalam doktrinnya, ibnu sina secara drastis memodifikasi teologi dogmatis muslim dengan menyatakan bahwa  wahyu didalam al quran  pada umumnya, jika tidak keseluruhannya , merupakan kebenaran simbolis, bukan kebenaran harfiah, tetapi wahyu itu harus tetap sebagai kebenaran harfiah bagi orang awam (ini tidak berarti bahwa al quran bukan fiman Tuhan sebenarnya, seperti kita lihat nanti, dalam arti harfiah memang Quran adalah firman Tuhan)
Ibnu sina membangun seluruh teori tentang pengalaman intuitif total berdasarkan pernyataan singkat ini,  katanya, manusia sangat berbeda – beda berdasarkan kekuatan intuitif mereka dalam kualitas maupun dalam kuantitasnya.
Tuhan di Dunia :
Pada bagian pertama  telah kita pelajari bahwa tuhan itu unik dalam arti bahwa dia adalah kemaujudan yang mesti; segala suatu selain dia  bergantung kepada dirinya sendiri dan keberadannya bergantung pada tuhan. Kemaujudan yang mesti itu jumlahnya harus satu.Nyatanya, walaupun di dalam kemaujuda ini tak boleh terdapat kelipatan sifat-sifatNya, tetapi tuhan memiliki esensi alin. Tak ada atribut lain kecuali bahwa Dia itu ada dan mesti ada, ini di nyatakan oleh ibnu sina dengan mengatakan bahwa esensi tuhan identik dengan keberadannya yang mesti itu. Karena tuhan tidak beresensi, maka dia mutlak sederhana dan tak dapat didefinisikan.
Menurut ibnu sina, tuhan tak dapat mengetahui manusia secara individu melainkan hanya secara umum tentunya tidak benar, karena kalau tuhan dapat mengetahui gerhana matahari yang khusus, mengapa Dia tak mengetahui manusia, dengan secara demikian, secara individu?
Menurut ibnu sina, kehendak tuhan berrati hanyalah proses yang mesti atas dunia dari diri-Nya dam kepuasan diri-Nya melalui proses ini. Memang ia mendefinisikan ini dengan istilah-istilah yang benar-benar negatif, yaitu bahwa  Tuhan tidak berkehendak sehingga dunia berprosesi dari-Nya; ini amat berbeda dengan atribut-atribut positif dari pilihan dan penentuan pilihan.Demikian aktifitas kreatif Tuhan, menurut ibnu sina berrarti pemancaran atau prosesi-prosesi dunia, dan karena pemancaran ini pada akhirnya berlandaskan sifat intelektual Tuhan, maka pemancaran bersifat mesti dan rasional.

PENGARUHNYA DI TIMUR DAN BARAT
Ø  Besar sekali pengaruh ibnu sina. Di timur , sesungguhnya system ibnu sina telah mendominasi tradisi falsafah muslim sampai zaman modern ketika ia disejajarkan dengan beberapa orang pemikir barat oleh mereka yang terdidik di universitas-universitas modern.
Ø  Karya-karya ibnu sina diterjemahkan ke dalam bahasa latin di spanyol pada pertengahan abad ke 6 H/ ke 12 M. pengaruh pemikirannya di barat telah mendalam dan terbentang luas.

Filsafat Islam 8 | IBNU BAJJAH

Filsafat Islam 8 | IBNU BAJJAH
Nama : Mohamad Firman Hadi
Nim : 1112051100038

TOKOH FILOSOF MUSLIM:IBNU BAJJAH

Masa Hidupnya:
  • Memiliki nama asli Abu Bakr Muhammad ibn Yahya al-Sha’igh. Dikenal pula dengan nama Avampace.
  • Lahir di Saragossa menjelang akhir abad ke 5 M atau 11 H.
  • Ia menguasai sastra, tata bahasa, dan filsafat kuno. Ibnu Bajjah telah disejajarkan dengan Ibnu Sina.
  • Ia pernah diangkat menjadi pejabat tinggi oleh Abu Bakar Sahrawi (gubernur Saragossa).
  • Pada tahun 512H/1118M, Ibn Bajjah meninggalkan kota Saragossa lalu tinggal di Seville dan menjadi tabib. Kemudian ia pergi ke Granada, lalu pergi ke Afrika Barat-Laut.
Para Pendahulunya
Filsafat telah memasuki Spanyol jauh sebelum naskah Rasa’il ikhwan al-Shafa diperkenalkan di negri itu. Muhammad ibn Abdun al-Jabali pergi ke Timur pada tahun 347 H/952 M, belajar logika bersama abu Sulaim Muhammad ibn Tharir Ibn Bahran al-Sijistani dan kembali ke Spanyol pada tahun 360 H/ 965 M. dari sininjelas bahwa filsafat berasal dari Timur dan dibawa ke Barat dan bahwa pada abad ke-4 H/ke-10 M, para pelajar dari Spanyol mempelajari matematika, hadis tafsir dan fiqih di samping logika dan ilmu-ilmu filsafat.
Di antara para pendahulu ibn Bajjah, ibn Hazm oantas diberi perhatian khusus. Ibn Hazm berada di tempat yang sangat tinggi dalam teologi dan ilmu-ilmu keagamaan lainnya. Karyanya kitab al-Fashl fi al-Milal Wan-Nihal adalah unik, yang di dalamnya dia menulis pernyataan-pernyataan kebenaran dan doktrin-doktrin Kristen, Yahudi, dan yang lain-lainnya tanpa dalam menyatakan prasangka apapun.
Karyanya:
  • The Bodleian MS., Arabic Pococke No.206 (mengenai ilmu pengobatan, dan Risalat al-Wada’).
  • The Berlin MS. No.5060, hilang pada masa Perang Dunia II.
  • The Escurial MS. No.612 (berisi risalah yang ditulis oleh Ibn Bajjah sebagai penjelas atas risalah-risalah al-Farabi dalam masalah logika).
  • The Khediviah MS. Akhlaq No. 290 (ringkasan dari Tadbir al-Mutawahhid).
  • Tardiyyah (syair pujian). 
  • Kitab al-Nabat, Risalah Ittisal al-Aql bi al-Insan, Risalah al-Wada’, Tadbir al-Mutawahhid berjudul El Regimen Del Solitario.
  • Kitab al-Nafs, Risalah al-Ghayah al-Insaniyyah.

Filsafatnya:
  • Ia menyandarkan filsafat dan logikanya pada karya-karya Al-Farabi dan memberikan tambahan dalam karya-karyanya itu. Ia juga mendasarkan metafisika dan psikologinya pada fisika seperti Aristoteles. 
  • Materi dan Bentuk: kata bentuk  dipakai untuk mencakup jiwa, sosok, kekuatan, makna, konsep. Bentuk suatu tubuh ada tiga tingkatan, yaitu: bentuk jiwa umum (intelektual), bentuk jiwa khusus, dan bentuk fisik.
  • Psikologi: fungsi jiwa bersifat heterogen, yaitu: nutritif, sensitif, imajinatif atau rasional.
  • Akal dan Pengetahuan: akal merupakan bagian terpenting manusia, karena pengetahuan yang bernar dapat diperoleh lewat akal. Akal ada dua jenis yaitu akal teoritis dan akal praktis. Pengetahuan juga ada dua jenis yaitu yang dapat dipahami tapi tidak dapat ditemukan dan Yang dapat dipahami dan dapat ditemukan.
Filsafat Politik
Ibn Bajjah sangat menyetujui teori politik al-Farabi, misalnya:
  • Membagi Negara menjadi negara yang sempurna dan yang tidak sempurna.
  • Individu yang berbeda dari sebuah bangsa memiliki watak yang berbeda pula – sbagian dari meraka yang lebih suka memerintah dan sebagian yang lain lebih suka diperintah.
  • Konstitusi harus disusun oleh Kepala Negara (nabi / Imam)

Dalam Risalat al-Wada’ ibn Bajjah memberikan dua fungsi alternatif negara:
  • Untuk menilai perbuatan rakyat guna membimbing mereka menapai tujuan yang mereka inginkan.
  • Fungsi alternatif ini yaitu merancang cara-cara mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Etikanya:
  • Ia membagi tindakan menjadi tindakan hewani dan manusiawi. Untuk menyatakan apakah suatu tindakan itu bersifat hewani atau manusiawi, ibn Bajjah membagi kebajikan menjadi dua jenis, kebajikan formal (pembawaan sejak lahir) dan spekulatif (kemauan bebas dan spekulasi).
Tasawufnya:
  • Ibn Bajjah menjunjung tinggi para wali Allah (auliya’Allah)  dan  menempatkan mereka dibawah para nabi. Menurutnya, sebagian orang dikuasai oleh keinginan jasmaniah belaka dan sebagian lagi dikuasai oleh spiritualis.



Filsafat Islam 7 | MISKAWAIH

Filsafat Islam 7 | MISKAWAIH

Nama : Mohamad Firman Hadi
Kelas: Jurnalistik 4B
NIM : 1112051100038


MISKAWAIH

A.  MASA HIDUPNYA 

Ahmad  ibnu muhhamad ibn ya’qub  yang nama keluarganya  miskawaih,disebut  pula abu ali al khazin. Miskawaih  mengkaji alkimia bersama abu al- thayyib al-Razi,seorang ahli alkimia. Dari beberapa pernyataan ibnu sina Dan al-Tauhidi tampak bahwa mereka berpendapat bahwa ia tak mampu berfilsafat
Miskawaih tinggal selama tujjuh tahun bersama abu-fadhli ibn al-amin (360h/970m) Sebagai pustakawannya, Miskawaih meninggal 9 safar 421/16 februari 1030,tanggal kelahiranya tidak jelas.

B. KARYA-KARYANYA

•      Yaqud memberikan daftar 13 buah karya Miskawaih :
•      Al-Fauz al-akbar
•      Al-Fauz al-asghar
•      Tajarib Al-Umam ( sebuah sejarah tentang Banjir Besar yang ditulis pada tahun 369 H/979 M).
•      Uns al-farid (kumpulan anekdot, syair, peribahasa dan kata-kata mutiara).
•      Tartib al-Sa’adah (tentang akhlak dan politik).
•      Al-Musthafa (syair-syair pilihan)
•      Jawidan Khirad (kumpulan ungkapan bijak).
•      Al-Jami
•      Al-Siyar (tentang aturan hidup)
•      Tentang pengobatan sederhana (mengenai kedokteran)
•      Tentang Komposisi Bajat (mengenai seni memasak)
•      Kitab al-Asyribah (Mengenai Minuman)
•      Tahdzib al-Akhlaq (mengenai akhlak)



C.     Kepribadiannya
•      Miskawaih adalah ahli sejarah dan moralis. Ia juga seorang penyair, Tauhidi mencela Miskawaih karena kekikiran dan kemunafikannya. Ia tertarik dengan alkimia bukan karena ilmu, tetapi demi emas dan harta, dan ia sangat mengabdi kepada guru-gurunya.
Filsafatnya
•      Filsafat Pertama
Bagian terpenting kegiatan filosofis Miskawaih ditunjukan kepada etika. Tiga bukunya yang penting tentang etika telahsampai kepada kita, yaitu: Tartib al-Sa’adah, (2) Tahdzib al-Akhlaq dan (3) jawidan Khirad.
•      Filsafat Moral
Filsafat moral sangat berkaitan dengan psikologi, sehingga Miskawaih memulai risalah besarnya itu dengan akhlak, Tahdzib al-Akhlaq, dengan menyatakan doktrinnya tentang ruh. Dengan mengikuti Plato, ia mempersamakan pembawaan-pembawaan ruh dengan kebajikan-kebajikan. Ruh mempunyai tiga pembawaan : rasional, keberanian, hasrat dan tiga kebajikan yang saling berkaitan: bijaksana, berani dan sederhana.

D.    FILSAFATNYA

•      Filsafat Pertama

Bagian terpenting kegiatan filosofis Miskawaih ditunjukan kepada etika. Tiga bukunya yang penting tentang etika telahsampai kepada kita, yaitu: Tartib al-Sa’adah, (2) Tahdzib al-Akhlaq dan (3) jawidan Khirad.
Buku Miskawaih al-Fauz al-Asghar merupakan sebuah risalah umum yang memiliki konsepsi yang sama dengan bagian pertama buku al-Farabi; Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadhilah. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, berkenaan dengan pembuktian adanya Tuhan; Kedua, tentang ruh dan ragamnya, dan ketiga tentang kenabian.  Mengenai filsafat-filsafatnya, ia banyak berhutang denga al- Farabi, terutama dalam mempertemukan ajaran-ajaran Plato, Aristoteles, Plotinus. Sebagai pemikir religious sejati, Miskawaih mencoba membuktikan bahwa ciptaan bermula dari ketidakadaan.

•      Filsafat Moral

Filsafat moral sangat berkaitan dengan psikologi, sehingga Miskawaih memulai risalah besarnya itu dengan akhlak, Tahdzib al-Akhlaq, dengan menyatakan doktrinnya tentang ruh. Dengan mengikuti Plato, ia mempersamakan pembawaan-pembawaan ruh dengan kebajikan-kebajikan. Ruh mempunyai tiga pembawaan : rasional, keberanian, hasrat dan tiga kebajikan yang saling berkaitan: bijaksana, berani dan sederhana.
Dengan memakai aturan-pribadi moral, Miskawaih membagi kebijaksanaan menjadi tujuh: ketajaman intelegensi, kesigapan akal, kejelasan pemahaman, fasilitas perolehan, ketepatan dalam membedakan, penyimpanan dan pengungkapan kembali.

•      Filsafat Sejarah

      Mengenai sejarah pandangan-pandangan Miskawaih bersifat filosofis, ilmiah dan kritis. Ia menggariskan fungsi sejarah dan tugas-tugas ahli sejarah : sejarah bukanlah cerita hiburan tentang diri para raja, tetapi suatu pencerminan struktur politik ekonomi masyarakat pada masa-masa tertentu. Untuk itu, ahli sejarah harus menjaga diri terhadap kecenderungan umum mencampuraadukan kenyataan dan rekaan atau kejadian-kejadian palsu.

Sejarah bukanlah kumpulan kenyaataan terpisah dan statis, tetapi merupakan proses kreatif-dinamis harapan-harapan dan aspirasi-aspirasi manusia. Ia adalah organisme yang  hidup dan tumbuh, yang strukturnya ditentukan oleh cita-cita kebangsaan dan Negara.

Filsafat Islam 6 | Al-Farabi

Filsafat Islam 6 | Al-Farabi

Nama : Mohamad Firman Hadi
Kelas: Jurnalistik 4B
NIM : 1112051100038

Al-Farabi

Abu Nasr al-Farabi lahir pada tahun 258 H/870 M dan meninggal pada tahun 339 H/950 M. Sebagai pembangun agung sistem filsafat, ia telah membuktikan diri untuk berpikir dan merenung, menjauh dari kegiatan politik, gangguan dan kekisruhan masyarakat, ia telah meninggalkan sejumlah risalah penting. Pada tahun 1370H/1950 M, seribu tahun setelah meninggalnya, beberapa sarjana Turki menemukan beberapa karyanya yang masih berupa naskah dan memecahkan beberapa kesulitan yang berkaitan dengan pemikirannya.

 MASA HIDUPNYA
Abu Nasr al-Farabi lahir pada tahun 258 H/ 870 M dan meninggal pada tahun 339 H/ 950 M. Berbeda dengan beberapa sarjana muslim lainnya, al-Farabi tidak menuliskan riwayat hidupnya, dan tak seorang pun di antara para pengikutnya merekam kehidupannya. Sebagai pembangun agung sistem filsafat, ia telah membaktikan diri untuk berpikir dan merenung, menjauh dari kegiatan politik, gangguan dan kekisruhan masyarakat.
Kehidupan al-Farabi dapat dibagi menjadi dua periode, Pertama, bermula sejak ia lahir sampai ia berusia lima puluh tahun. Informasi yang didapat tentang periode ini adalah bahwa ia lahir di Wasij, sebuah dusun di dekat dengan Farab, di Transoxiana, pada tahun 258 H/ 870 M. Ia lahir sebagai orang Turki, ayahnya seorang jenderal dan ia sendiri bekerja sebagai hakim untuk beberapa lama. Pendidikan dasarnya adalah keagamaan dan bahasa, ia mempelajari fiqh, Hadis, dan tafsir al-Quran. Ia mempelajari bahasa Arab, bahasa Turki, dan Parsi.
Telah dinyatakan oleh ibn Khalikan bahwa al-Farabi menguasai tujuh puluh bahasa, namun sangat di ragukan bahwa al-Farabi menguasai bahasa lain. Dari penafsiran al-Farabi tentang kata safsathah (sophistry), tampak jelas bahwa al-Farabi tidak mengerti bahasa Yunani. Ia tidak mengabaikan manfaat dari studi rasional semasa hidupnya seperti matematika dan filsafat. Ia juga tidak banyak memperhatikan ilmu kedokteran. Ia lebih tertarik dengan studi rasional yang kemudian membawanya mengembara menuntut ilmu hingga meninggalkan kota kelahirannya.


KARYA-KARYANYA
Tercatat ada tujuh puluh buah tulisan al-Farabi. Karya-karyanya tersebut dibagi menjadi dua, satu diantaranya mengenai logika dan yang lainnya mengenai bidang lain.
Karya-karya tentang logika menyangkut bagian yang berbeda dari Organon-nya Aristoteles, baik yang berbentuk komentar ataupun ulasan panjang. Karya-karya kelompok kedua menyangkut berbagai cabang pengetahuan filsafat, fisika, matematika, metafisika, etika dan politik.
Karya-karya al-Farabi tersebar luas di Timur pada abad ke-4 dan 5 H/ ke-10 dan 11 M, dan mungkin mencapai Barat ketika sarjana-sarjana Andalusia menjadi pengikut al-Farabi. Beberapa tulisannya telah pula diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan Latin, dan telah memengaruhi sarjana Yahudi dan Kristen.


FILSAFATNYA                   
Filsafat al-Farabi mempunyai corak dan tujuan yang berbeda. Ia mengambil ajaran-ajaran para filosof terdahulu, membangun kembali dalam bentuk yang sesuai dengan lingkup kebudayaan, dan menyusunnya sedemikian sistematis dan selaras.

Al-Farabi adalah seorang yang logis baik dalam pemikiran, pernyataan, argumentasi, diskusi, keterangan dan penalarannya. Filsafatnya mungkin bertumpu pada beberapa perkiraan yang keliru dan mungkin juga berisi beberapa hipotesis yang telah ditolak oleh ilmu pengetahuan modern, tetapi ia mempunyai peranan penting dan pengaruh yang besar di bidang pemikiran masa-masa sesudahnya.

Filsafat Islam 5 | MUHAMMAD IBN ZAKARIA AL-RAZI

Filsafat Islam 5 | MUHAMMAD IBN ZAKARIA AL-RAZI
Nama: Mohamad Firman Hadi
Kelas: Jurnalistik 4B
NIM: 1112051100038
MUHAMMAD IBN ZAKARIA AL-RAZI

1.      MASA HIDUPNYA
Masa hidupnya Muhammad Ibn Zakaria Al-Razi lahir di Rayy, tanggal 1 Sya’ban, tahun 251 H/865 M. Pada masa mudahnya ia menjadi tukang intan, penukar uang, atau sebagai pemain kecapi. Gurunya ‘Ali Ibn Rabban al-Thabari adalah seorang dokter dan filosof yang lahir di Merv pada tahun 192 H/ 808 M dan meninggal beberapa tahun setelah 240 H/855 M
Ia belajar ilmu kedokteran kepada Ibn Rabban al-Thabari dan kemungkinan juga ilmu filsafat. Di kota kelahirannya Al-Razi terkenal sebagai dokter. Karena itu ia memimpin rumah sakit di Rayy ketika Mansur ibn Ishaq Ibn Ahmad  ibn Asad menjadi gubernur Rayy, dari tahun 290-296 H/902-908 M atas nama kemenakannya Ahmad Ibn Ismail Ibn Ahmad sebagai pemerintah Samaniah kedua.
2.      Karya-Karyanya
          buku-buku al-Razi sangat banyak . Dia bahkan mempersiapkan katalog untuk buku-buku yang di tulisnya. Yang di temukan: 118 buku, 19 surat, 4 buku, 6 surat, dan satu maqalah, jumlah seluruhnya 148 buah.
          buku buku tersebut di kelompokkan sebagai berikut: a) tentang ilmu kedokteran, b) ilmu fisika, c) logika, d) matematika dan astronomi, e) komentar, ringkasan, dan ikhtisar, f) filsafat dan ilmu pengetahuan hipotesa, g) metafisika, h) teologi, i) alkimia, j) atheisme, k) campuran.
Tentang buku-buku filsafat, di antaranya:
1)      Al- Tibb al-Ruhani
2)      Al-Shirat
3)      Amarat Iqbal al-Daulah
4)      Kitab al-Ladzdzah
5)      Kitab al-Ilm al-Ilahi
6)      Maqalah fi ma ba’d al-Tabi’ah
7)      Al-Syukuk ‘ala Proclus

3.      Filsafatnya

·         Metode
Al-Razi adalah seorang rasional murni. Ia mempercayai hanya akal, di bidang kedokteran, studi klinis yang dilakukannya telah menghasilkan metode yang kuat tentang penemuan yang berpijak pada observasi dan eksperimen.
·         Metafisika
Untuk memulai menerangkan metafisika al-Razi, pertama harus melalui risalah kecil tentangnya: Maqalah li Abi Bakr Muhammad Ibn Zakariya al-Razi fi ma ba’d al-Tabi’ah.
Tampaknya pengarang ingin menolak semua ajaran nyang beranggapan bahwa alam adalah prinsip gerak dan penciptaan, dengan menunjukkkan kontradiksi-kontradiksi ajaran-ajaran itu.
Terdapat lima kekekalan menurut Al-Razi :
1)      Tuhan
2)      Ruh
3)      Materi
4)      Ruang
5)      Waktu

4.      TEOLOGI
Al – Razi membantah kenabian dengan alasan – alasan berikut:

·         Akal sudah memadai untuk membedakan antara yang baik dan jahat, yang berguna an yang tak berguna.

·         Tiada pembenaran bagi pengistimewaan beberapa orang untuk membimbing semua orang, sebab semua orang lahir dengan kecerdasan  yang sama, perbedaannya bukanlah karena pembawaan alamiah, tetapi karena pengembangan dan pendidikan.

·         Para nabi saling bertentangan. Bila mereka berbicara atas nama satu Tuhan yang sama, mengapa terdapat pertentangan.

5.      FILSAFAT MORAL
·         Filsafat moral al – Razi terdapat hanya dalam karyanya al – Tibb al – Ruhani dan al – Shirat al – Falsafiyyah. Karya yang kedua ini merupakan pembenar perihidupnya dari sudut pandang filsafat, sebab Ia dicela oleh beberapa orang lantaran Ia tidak sebagaimana gurunya. Ia berpendapat bahwa seorang filosof harus moderat, tidak terlalu meyendiri, tidak terlalu memperturutkan hawa nafsu.
·         Ada dua batas dalam hidup ini yaitu batas tertinggi dan batas terendah. Batas tertinggi adalah adalah batas yang tidak boleh dilampaui para filosof. Sedangkan batas terendah adalah memakan sesuatu yang tidak membahayakan atau menyebabkan sakit dan memakai pakaian yang cukup untuk melindungi kulitnya dsb.