Nama: Mohamad Firman Hadi
Kelas: Jurnalistik 4B
NIM: 1112051100038
MUHAMMAD IBN ZAKARIA AL-RAZI
1. MASA HIDUPNYA
Masa hidupnya Muhammad Ibn Zakaria Al-Razi lahir di Rayy, tanggal 1
Sya’ban, tahun 251 H/865 M. Pada masa mudahnya ia menjadi tukang intan, penukar
uang, atau sebagai pemain kecapi. Gurunya ‘Ali Ibn Rabban al-Thabari adalah
seorang dokter dan filosof yang lahir di Merv pada tahun 192 H/ 808 M dan
meninggal beberapa tahun setelah 240 H/855 M
Ia belajar ilmu kedokteran kepada Ibn Rabban al-Thabari dan kemungkinan
juga ilmu filsafat. Di kota kelahirannya Al-Razi terkenal sebagai dokter.
Karena itu ia memimpin rumah sakit di Rayy ketika Mansur ibn Ishaq Ibn
Ahmad ibn Asad menjadi gubernur Rayy,
dari tahun 290-296 H/902-908 M atas nama kemenakannya Ahmad Ibn Ismail Ibn
Ahmad sebagai pemerintah Samaniah kedua.
2.
Karya-Karyanya
buku-buku al-Razi sangat
banyak . Dia bahkan mempersiapkan katalog untuk buku-buku yang di tulisnya.
Yang di temukan: 118 buku, 19 surat, 4 buku, 6 surat, dan satu maqalah, jumlah
seluruhnya 148 buah.
buku buku tersebut di
kelompokkan sebagai berikut: a) tentang ilmu kedokteran, b) ilmu fisika, c)
logika, d) matematika dan astronomi, e) komentar, ringkasan, dan ikhtisar, f)
filsafat dan ilmu pengetahuan hipotesa, g) metafisika, h) teologi, i) alkimia,
j) atheisme, k) campuran.
Tentang buku-buku filsafat, di antaranya:
1) Al- Tibb al-Ruhani
2) Al-Shirat
3) Amarat Iqbal al-Daulah
4) Kitab al-Ladzdzah
5) Kitab al-Ilm al-Ilahi
6) Maqalah fi ma ba’d al-Tabi’ah
7) Al-Syukuk ‘ala Proclus
3.
Filsafatnya
·
Metode
Al-Razi
adalah seorang rasional murni. Ia mempercayai hanya akal, di bidang kedokteran,
studi klinis yang dilakukannya telah menghasilkan metode yang kuat tentang
penemuan yang berpijak pada observasi dan eksperimen.
·
Metafisika
Untuk memulai menerangkan metafisika al-Razi, pertama
harus melalui risalah kecil tentangnya: Maqalah li Abi Bakr Muhammad
Ibn Zakariya al-Razi fi ma ba’d al-Tabi’ah.
Tampaknya pengarang ingin menolak semua ajaran nyang
beranggapan bahwa alam adalah prinsip gerak dan penciptaan, dengan menunjukkkan
kontradiksi-kontradiksi ajaran-ajaran itu.
Terdapat lima kekekalan
menurut Al-Razi :
1)
Tuhan
2)
Ruh
3)
Materi
4)
Ruang
5)
Waktu
4.
TEOLOGI
Al
– Razi membantah kenabian dengan alasan – alasan berikut:
·
Akal sudah memadai untuk membedakan antara
yang baik dan jahat, yang berguna an yang tak berguna.
·
Tiada pembenaran bagi pengistimewaan beberapa
orang untuk membimbing semua orang, sebab semua orang lahir dengan
kecerdasan yang sama, perbedaannya
bukanlah karena pembawaan alamiah, tetapi karena pengembangan dan pendidikan.
·
Para nabi saling bertentangan. Bila mereka
berbicara atas nama satu Tuhan yang sama, mengapa terdapat pertentangan.
5. FILSAFAT
MORAL
·
Filsafat moral al – Razi terdapat hanya dalam
karyanya al – Tibb al – Ruhani dan al – Shirat al – Falsafiyyah. Karya yang
kedua ini merupakan pembenar perihidupnya dari sudut pandang filsafat, sebab Ia
dicela oleh beberapa orang lantaran Ia tidak sebagaimana gurunya. Ia
berpendapat bahwa seorang filosof harus moderat, tidak terlalu meyendiri, tidak
terlalu memperturutkan hawa nafsu.
·
Ada dua batas dalam hidup ini yaitu batas
tertinggi dan batas terendah. Batas tertinggi adalah adalah batas yang tidak
boleh dilampaui para filosof. Sedangkan batas terendah adalah memakan sesuatu
yang tidak membahayakan atau menyebabkan sakit dan memakai pakaian yang cukup
untuk melindungi kulitnya dsb.